Senin, 09 November 2009

Teknologi Berbasis Konservasi Alam


Bukankah kita tinggal di sebuah ekosistem kompleks,
terintegrasi, dan
sensitif terhadap
perubahan??Teknologi
yang kita kembangkan dan gunakan selama ini adalah teknologi yang menantang alam sebagai tandingan dalam kompetisi di biosfer kita.Dan kita akan tahu bahwa kita takkan menang bila kita melawannya.Karena alam bukanlah sesuatu yang harus kita tentang,tetapi sederet keadaan yang harus kita lestarikan.



Lebih dari 8 milyar ton gas karbon tanpa kita sadari,atau bahkan dengan sengaja kita buang pada atmosfer kita yang telah tua. Ingatkah kita semua, bahwa Alam yang kita rusak akan membinasakan kita. Dan semakin cepat kita merusaknya,semakin cepat pula kita akan dirusak olehnya.

Semua alat elektronik dan mesin pada kendaraan kita telah berkontribusi besar dalam rencana pemberantasan Ozon sebagai pelindung kita...Lantas apa yang harus kita lakukan???Kita harus mengubah orientasi teknologi kita dengan basis konservasi.Yang harus kita lakukan adalah propagasi terhadap kerusakan yang telah kita timbulkan.
Tidak berarti juga bahwa kita harus kembali ke zaman prasejarah, atau zaman batu, atau entah apa namanya...

Bukan berarti dengan semua hasil teknologi manusia yang telah berhasil diciptakan mengotori ozon kita lantas kita tidak boleh menikmatinya...Tapi, pikirkan langkah kita ke depan dengan semua teknlogi dan pengetahuan yang kita punya untuk menghentikan pelelehan kutub utara seluas 10 kali pulau jawa...Cukup dengan mematikan semua alat elektronik dan mesin yang tidak kita gunakan, kita telah berupaya untuk menyelamatkan bumi kita...

Lantas cukupkah hanya dengan itu saja???
tentu saja tidak, harus kita buat mindset dan mainset mengenai orientasi teknologi yang baru...Teknologi yang berorientasi pada alam...
Dan, harus kita lakukan sekarang!

Sebelum semuanya menjadi begitu terlambat hingga kita hanya bisa terdiam menunggu kehancuran...Dan Sebelum air bersih dan hamparan rumput hijau hanyalah menjadi sebuah dongeng semu bagi anak cucu kita...Kelak di masa mendatang...

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More