Jumat, 12 April 2013

PROXY SERVER




Proxy Server adalah sebuah komputer server yang digunakan sebagai perantara antara user dan internet. Untuk analoginya proxy sebagai perantara antara pihak pertama (user) dalam berhubungan dengan pihak kedua (internet), jadi pada saat user melakukan akses internet maka proxy sebagai perantara yang menyampaikan request dari user tersebut ke internet atau sebaliknya. Di sini user tidak langsung berhubungan dengan internet tetapi dengan menggunakan perantara proxy server user bisa terhubung dengan akses internet.
Squid Proxy
Squid Proxy adalah sebuah daemon yang digunakan sebagai proxy server dan web cache. Squid memiliki banyak jenis penggunaan, mulai dari mempercepat server web dengan melakukan caching permintaan yang berulang-ulang, caching DNS, caching situs web, dan caching pencarian komputer di dalam jaringan untuk sekelompok komputer yang menggunakan sumber daya jaringan yang sama, hingga pada membantu keamanan dengan cara melakukan penyaringan (filter) lalu lintas. Meskipun seringnya digunakan untuk protokol HTTP dan FTP, Squid juga menawarkan dukungan terbatas untuk beberapa protokol lainnya termasuk Transport Layer Security (TLS), Secure Socket Layer (SSL), Internet Gopher, dan HTTPS. Versi Squid 3.1 mencakup dukungan protokol IPv6 dan Internet Content Adaptation Protocol (ICAP).
Squid Proxy umumnya didesain untuk berjalan di atas sistem operasi mirip UNIX, meski Squid juga bisa berjalan di atas sistem operasi Windows. Karena dirilis di bawah lisensi GNU General Public License, maka Squid merupakan perangkat lunak bebas.


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Squid

WEB SERVER





Web server merupakan software yang memberikan layanan data yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman - halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML

Fitur-Fitur yang dimiliki :
Virtual hosting untuk melayani banyak situs web menggunakan satu alamat IP.
Mendukung file besar untuk dapat melayani file yang ukurannya lebih besar dari 2 GB pada 32 bit OS.
Bandwidth throttling membatasi kecepatan respon agar tidak jenuh jaringan dan untuk dapat melayani lebih banyak klien.
Server-side scripting untuk menghasilkan halaman web dinamis, tapi tetap menjaga web server dan imp.

Macam-macam Web Server
1. Apache Tomcat
2. Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
3. Lighttpd
4. Sun Java System Web Server
5. Xitami Web Server
6. Zeus Web Server
7. NCSA
8. CERN
9. Plexus
10. Nginx





Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Server_web

CARA OPTIMASI APACHE

Optimasi APACHE Supaya kinerja baik


. ketik “top “.

1. Bakalan muncul tuh seperti gambar di bawah ini
2. Ketik “shift + m”
3. Catat tuh nilai RES tertingginya yang digunain sama httpd nya. Kalau saya sih lihat nilai tertinggi di RES nya
4. ketik “Q” buat kembali
5. Matiin tuh httpdnya. service apache2 stop
6. free -m
7.Catat nilai yang dicatat sama used
8. Berapa tuh nilai apache yang ada di kamu. Kalau saya ada 8 mb
9. Kalikan sama 0.8 buat rata-rata AVAILABLE APACHE POOL
10. Bagi AVAILABLE APACHE POOL sama nilai RES tertinggi
11. Open httpd.conf . Kalau di saya sih: nano /etc/apache2/apache2.conf
12. Set MaxClients yang udah tadi dihitung
13. Set KeepAlive jadi Off. Sebenarnya mau OFF apa ON bisa aja sih. Eh ada beda sih, kalau OFF ntar server akan menangani banyak request per detik. Tapi pasti bakal butuh banyak memori tuh. Jadi amannya di OFF in aja dah
14. Set Timeout jadi nilai normal. saya set 30 sih
15. Set MaxKeepAliveRequest antara 70-200. Kalo saya sih 80 aja dah
16. Set MinSpareServers 10-20% MaxClient
17. Set MaxSpareServers 10-20% MaxClient
18. Set StartServers sama dengan MaxSpareServers dan MinSpareServers
19. Set MaxRequestsPerChild antara 500-10000. Kalau saya sih 10000
20. Save tuh konfigurasinya. Jangan lupa aktifin apachenya lagi.
Caranya: service apache2 start

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More