Selasa, 21 Mei 2013

Istilah dan Konfigurasi DNS Server


Istilah-istilah pada DNS server dan cara konfigurasi masing-masing pada DNS server Bind 9.
- NS (Name Server) record
Record yang berisi nama server otoritatif untuk suatu zona yang diberikan. Format konfigurasinya di Bind9: [domain-name] IN NS servername, di mana IN = Internet dan servername = nama server DNS yang sebenarnya.
- MX (Mail Exchange) record
Record yang berisi domain mail exchange. Format konfigurasinya: [domain-name] IN MX [preference] [exchanger], di mana domain-name = nama domain klien/host, preference = menentukan preferensi klien yang diinginkan (isinya berupa angka 0 untuk preferensi tertinggi hingga 65535 untuk yang terendah), dan exchanger = alamat webmail dari domain yang didefinisikan di domain-name
- A (Address) record
Record yang menunjukkan alamat IPv4. Nama owner akan ekuivalen dengan alamat IP yang didefinisikan setelah record A. Format konfigurasinya: [domain-name] IN A [ip-address]
- WKS (Well-Known Service) record
Record yang berguna untuk menyimpan daftar layanan/Service yang dapat didukung oleh host. Kebanyakan situs web tidak menggunakan record ini karena alasan keamanan. Format konfigurasinya: [domain-name] [TTL] IN WKS [ip-address] [protocol-list-of-services]

- HINFO (Host INFOrmation) record
Record yang berguna untuk menyimpan informasi yang dimiliki suatu host (pabrik pembuat dan tipe sistem operasi/OS-nya). Kebanyakan situs web juga tidak menggunakan record ini karena alasan keamanan. Format konfigurasinya: [host] IN HINFO [hosttype] [os]
- CNAME (Canonical Name) record
Record yang menjelaskan primary name untuk owner. Nama ownernya disebutkan dalam alias yang merujuk pada nama sebenarnya dari suatu host. Format konfigurasinya: [nickname] IN CNAME [hostname]
Semua format konfigurasi tersebut diterapkan dalam file-file konfigurasi Bind9, salah satunya terdapat pada direktori Linux /etc/bin/db.forward. Isinya seperti terlihat pada gambar berikut.

Sruktur Nama Domain


Struktur sebuah nama domain (struktur dari DNS/Domain Name System) adalah sebagai berikut.
a. Root Level
Merupakan level utama (level paling penting) sekaligus level awal dari sebuah domain, di mana ketika DNS server akan mencari sebuah alamat domain, maka yang pasti diakses terlebih dahulu adalah root level. Lambang dari root level hanyalah sebuah tanda titik (.).
b. Top Level Domain (TLD)
Merupakan level kedua setelah root level di mana ketika DNS telah mengakses ke root, maka akan langsung mengakses ke level ini.
Ada dua macam TLD, yaitu Global Top Level Domain (gTLD) dan Country Code Top Level Domain (ccTLD). gTLD adalah seperti yang didefinisikan di atas. Contohnya antara lain: .com (untuk komersial), .net (untuk networking), .edu (untuk edukasi/pendidikan) .gov (untuk lembaga pemerintah non militer), dan .mil (untuk lembaga pemerintah militer). Sedangkan ccTLD adalah TLD yang diperuntukkan untuk masing-masing negara, seperti Indonesia dengan kode ID (.co.id, .net.id, .or.id) atau Singapura dengan kode SG (.com.sg, .net.sg), Australia dengan kode AU (com.au, .org.au), dsb..

Daftar Domain Indonesia
.AC.ID
Pengguna: Lembaga pendidikan yang sedikitnya memiliki program Diploma 1 tahun (D1), dan beroperasi sesuai dengan perundangan yang berlaku. Termasuk di dalamnya perguruan tinggi yang bukan di bawah naungan Ditjen Dikti Depdikbud, seperti IAIN, Akademi Departemen, dan lain sebagainya.
.SCH.ID
Pengguna: Sekolah (TK, SD, SMTP, SMU, SMK, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah) serta lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan PLSM Diknas, seperti lembaga kursus dan sejenis.
.CO.ID
Pengguna: Badan usaha yang mempunyai badan hukum sah serta memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) atau badan hukum sah yang berbentuk PT, PK, atau firma yang memiliki akte serta izin usaha yang terkait.
.GO.ID
Pengguna: Khusus Lembaga milik Pemerintah Republik Indonesia.
.MIL.ID
Pengguna: Khusus Lembaga dalam jajaran militer Republik Indonesia.
.NET.ID
Pengguna: Khusus perusahaan penyelenggara yang memiliki pelanggan eksternal dan bukan merupakan anggota organisasi tersebut. Perusahaan harus merupakan badan hukum sah yang memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) atau badan hukum sah yang berbentuk PT, PK, atau Firma yang memiliki akte serta izin usaha yang terkait.
.OR.ID
Pengguna : Untuk segala macam organisasi yang tidak termasuk dalam kategori DTD lainnya seperti .AC.ID, .CO.ID, .GO.ID, .MIL.ID, .NET.ID, dan lain-lain.

.WEB.ID
Pengguna: Ditujukan bagi badan usaha, organisasi, ataupun perseorangan yang melakukan kegiatannya di World Wide Web.
c. Second Level Domain
Merupakan level setelah TLD, di mana ketika DNS telah mengakses ke root dan TLD, akan langung mengakses ke SLD. Contohnya: google.com, its.ac.id, dan wikipedia.org
d. Sub Level Domain
Merupakan cabang dari domain di atas, bisa merupakan menu atau aplikasi tambahan pada domain utama. Contoh: mail.google.com, if.its.ac.id, dan office.microsoft.com


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More